Tiga penelitian baru telah dipublikasikan oleh New England Journal of
Medicine secara online, yang mendukung asumsi bahwa soda membuat berat
badan naik. Penelitian yang pertama mengatakan bahwa anak-anak yang
diberi minum air mineral atau setidaknya diet soda dibandingkan “full-sugar soft drink”
bisa berkontribusi pada pengurangan berat badan. Studi yang kedua
mengungkapkan bahwa meminum minuman tanpa kalori, dibandingkan soda,
dapat memperlambat kenaikan berat badan. Studi ketiga menunjukkan bahwa
mereka yang memang sudah memiliki kecenderungan obesitas akan
memperparah masalah berat badan mereka bila mereka masih meminum soda
yang mengandung banyak gula.
Salah satu penulis dari studi pertama, Martijn Katan, profesor
nutrisi di Vrije University Amsterdam, mengatakan bahwa sedikit soft
drink dapat “menggeser kecenderungan obesitas yang tadinya biasa saja
menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan.” Ini berarti bila Anda
memotong takaran gula Anda, Anda bisa mengurangi kecenderungan
(obesitas) itu.
Studi-studi ini menandakan bahwa mengganti kebiasaan makan dan
kebiasaan minum anak-anak bisa mengurangi kecenderungan obesitas mereka.
Namun bagaimana dengan gaya hidup yang terus ‘memaksakan’ konsumsi
minuman soda tersebut? Salah satu penulis dari ketiga studi tersebut
menyarankan solusinya adalah bukan persoalan mendidik mereka mengenai
nutrisi dan makanan sehat–anak-anak tidak akan peduli. Namun yang tepat
adalah dengan mengubah lingkungan di mana mereka berada, sehingga
alternatif yang lebih sehat bisa lebih tersedia. Soda dan minuman gula
lainnya banyak dikonsumsi karena produk-produk tersebut praktis dan
mudah didapatkan, namun bila packaging seperti itu juga diterapkan ke
makanan dan minuman sehat, bukan tidak mungkin anak-anak muda juga mau
mengonsumsinya.
Walaupun minuman dengan banyak gula memang bukan penyebab utama
obesitas, namun menghindarkan anak Anda dari soda dan minuman-minuman
tinggi gula lainnya dapat membantu menjaga atau mengurangi berat
badannya.



No comments:
Post a Comment